SELAMAT DATANG DI JURNAL PETERNAKAN INDONESIA (INDONESIAN JOURNAL OF ANIMAL SCIENCES)

SELAMAT DATANG
JURNAL PETERNAKAN INDONESIA

INDONESIAN JOURNAL OF ANIMAL SCIENCES

Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994.

JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Naskah yang diterima untuk layak dipublikasikan di JPI merupakan hasil penelitian, analisis kebijakan atau gagasan dengan topik yang aktual di bidang peternakan yang ditekankan pada kontribusi dalam kemajuan bidang peternakan, serta sesuai dengan aturan penulisan.

Rabu, 24 November 2010

TATA CARA PENULISAN NASKAH

Tata Cara Penulisan Naskah
1. Judul harus singkat, jelas, spesifik, dan informatif yang mencerminkan secara tepat isi naskah. Panjang judul maksimal 14 kata ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Setiap kata pada judul naskah diawali dengan huruf kapital, kecuali kata: di, ke, dari, dan, yang, untuk, terhadap, dalam, pada, yang tidak terletak pada posisi awal judul.
2. Nama penulis ditulis lengkap tanpa singkatan dan tanpa gelar.
3. Nama lembaga/institusi ditulis untuk seluruh penulis disertai dengan alamat lengkap.
4. Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris, baik untuk naskah berbahasa Indonesia maupun naskah berbahasa Inggris, tidak melebihi 200 kata, dan dalam satu paragraf. Abstrak ditulis secara utuh menggambarkan esensi naskah yang memuat latar belakang, metode, hasil, dan kesimpulan, serta mengandung semua kata kunci.
5. Kata kunci (key words) maksimal 5 (lima) kata atau frasa ditulis 2 spasi setelah abstrak, dan dicetak miring.
6. Pendahuluan ditulis secara efisien dan menggambarkan latar belakang, tujuan dan literatur pustaka yang mendukung.
7. Materi dan Metode ditulis secara lengkap dan rinci sehingga penelitian tersebut sangat memungkinkan untuk diulang oleh peneliti lain, terutama hal-hal yang menyangkut bahan, penarikan contoh, prosedur, desain penelitian dan pengolahan data.
8. Hasil dan Pembahasan memuat hasil yang diperoleh serta interpretasi yang dikaitkan dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya.
9. Kesimpulan bersifat umum yang menggambarkan substansi hasil penelitian yang diperoleh, bukan merupakan ringkasan hasil.
10. Ucapan Terima Kasih kalau ada.
11. Tabel
a). Tabel harus memberikan informasi yang jelas, utuh dan bersifat independen (meskipun dibaca tanpa teks naskah).
b). Judul berupa kalimat singkat, jelas dan informatif tentang data tabel. Judul untuk penelitian sosial ekonomi harus disertai lokasi dan waktu pelaksanaan penelitian. Huruf kapital hanya digunakan pada awal kata pertama judul, diletakkan di atas tabel, dan diberi nomor urut dengan angka arab.
c). Garis pemisah dibuat dalam bentuk horisontal (mendatar) terdiri atas tiga garis, yaitu dua pada bagian atas (judul kolom) dan satu pada penutup tabel, serta tidak diperkenankan menggunakan garis vertikal pada tabel.
d). Data dilengkapi dengan standar deviasi (SD), standard error (SE) atau sejenisnya untuk menggambarkan variasi dan sebaran data.
e). Penulisan keterangan signifikansi data secara statistik, menggunakan kalimat “superskrip berbeda pada baris/kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata/sangat nyata (P<0,05)/(P<0,01)”.
f). Setiap singkatan atau simbol yang digunakan dalam tabel selalu diberi keterangan di bawah tabel sebagai penjelasan singkat singkatan atau simbol tersebut.
12. Gambar dan Grafik
a). Judul menggunakan jenis huruf yang seragam dengan naskah, diletakkan di bawah gambar dan grafik, berupa kalimat singkat, jelas (hanya kata pertama yang menggunakan huruf kapital), serta diberi nomor urut sesuai dengan letaknya.
b). Keterangan/simbol-simbol gambar dijelaskan pada judul dan tidak terpisah dari judul.
c). Ukuran gambar dan grafik harus masih dapat terbaca dengan jelas jika ukurannya dikecilkan hingga 50%.
d). Ukuran penyebaran data (SD, SE, atau CV) selalu disertakan dalam setiap grafik yang dibangun dari angka-angka hasil pengamatan.
e). Grafik yang berbentuk kolom dibuat dalam bentuk 2-dimensi dengan isian berupa arsiran dan tidak berupa solid atau warna blok.
13. Tatanama latin 2 atau 3 kata (dicetak miring) digunakan untuk tanaman, hewan, serangga, mikroorganisme, dan penyakit. Nama lengkap kimia digunakan untuk senyawaan pada penyebutan pertama kali. Nama umum atau generik dapat pula digunakan.
14. Satuan pengukuran dipakai Sistem Internasional (SI).
15. Penulisan angka desimal untuk bahasa Indonesia dipisahkan dengan koma ( , ), untuk bahasa Inggris dengan titik ( . ).
16. Pustaka
a). Pengacuan menggunakan referensi 10 tahun terakhir dengan proporsi pustaka jurnal di atas 50%.
b). Pustaka yang digunakan adalah pustaka primer (jurnal,
disertasi, tesis, dan dokumen paten) yang relevan, tidak diperkenankan mengutip kutipan sebagai acuan pustaka, dan tidak diperkenankan menggunakan pustaka ”Anonim” sebagai sumber acuan pustaka.
c). Tidak menggunakan skripsi sebagai sumber acuan pustaka.
d). Pengutipan pustaka dari internet hanya diperbolehkan dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti jurnal, instansi pemerintah atau swasta. Penulisan pustaka dari internet agar mencantumkan tanggal pengambilan data tersebut.
e). Daftar pustaka memuat nama pengarang yang dirujuk dalam naskah, disusun menurut abjad pengarang dan tahun penerbitan. Penulisan pustaka berupa buku: dicantumkan semua nama penulis, tahun, judul buku, penerbit dan kota tempat terbit. Penulisan pustaka berupa jurnal: dicantumkan nama penulis, tahun, judul tulisan, nama jurnal, volume, nomor publikasi dan halaman. Artikel dalam buku dicantumkan nama penulis, tahun, judul tulisan, editor, judul buku, penerbit dan tempat.
17. Heading:
a) Heading, diketik kapital, ditebalkan, diletakkan di tengah; meliputi ABSTRACT, PENDAHULUAN, MATERI DAN METODE, HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN, UCAPAN TERIMA KASIH, DAFTAR PUSTAKA.
b) Sub-heading, diketik menggunakan huruf kapital pada awal kata, diletakkan di tengah dan ditebalkan.
c) Sub-sub-heading, diketik menggunakan huruf kapital hanya pada awal kalimat, diletakkan di awal paragraf, ditebalkan, dan diikuti titik. Teks diketik dua ketuk setelah judul sub-sub-heading.
18. Alamat Korespondensi dicantumkan nama lengkap dan gelar setiap penulis diikuti dengan alamat lengkap instansi, nomor telepon dan e-mail.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar